DICARI: Icom IC-2200H dan YAesu VX7R

Buat rekan-rekan yang punya YAesu VX7R dan Icom IC-2200H, silahkan ditawarkan kepada saya. kebetulan saya lagi membutuhkanya. Untuk obat sepi di rantau orang.

Hubungi lwt email ke: info@telomoyo.com

Terimakasih…………….

Road To Bengkalis Island

Lama saya tidak online, karena fasilitas online tdk ada disini. Setelah dapat kiriman paket dari jawa baru bisa online.

Tanggal 14 januari 2009 saya berpamitan kepada istri dan anak yang baru berumur 4 tahun… Memang terasa sangat berat untuk berpisah beberapa lama, setidaknya selama 7 bulan.

pagi itu saya diantar naik bis menuju jogja. Sampai di jogja segera saya menuju sebuah penginapan untuk bermalam beberapa hari. Selama di jogja cuaca buruk, hujan terus. Saya paling takut jika naik pesawat dalam kondisi cuaca hujan. Maka saya terus mempertimbangkan apakah langsung naik pesawat dari jogja atau naik kereta dulu ke jakarta atau naik bis langsung ke Pekanbaru.

Akitnya diputuskan naik pesawat.. Langsung ke PKU. Transit di CGK.

Malem2 cari tiket… Waduh mahal semua… maklum besok hari minggu, jd pesawat agak penuh.

Tp untungnglah suatu kebetulan dapat tiket di salah satu agen harganya 600rb aja. Ditempat lain sdh 1,5jt… OK langsung ambil.

Malam minggu jalan2 bentar di malioboro… trs sleeping…
Jam 4 pagi bangun…. siap2… krn jam 5 harus check in.
Jam 4.30 by taxi ke adi sucipto…. Check in… nungguin….
Jam 6 tepat pesawat dah berangkat ke CGK….
Mula-mula lancar.. cuaca cerah… tapi begitu masuk wilayah jabar… wowww… gelap…. awan pekat.
Goyang dombret dah diatas…. sampai mual….. Tp kali ini kok bisa tenang ya saya. Biasanya kalau dah goyang2 saya selalu agak panik.

Lega ketika pramugari yang cantik, sexi, bahenol.. (wakakakak) memberitahukan akan landing.
ketika landing… weh ternyata CGK diguyur hujan

Setelah nunggu sejam, jam 8 saya naik pesawat lagi menuju PKU. Sepanjang perjalanan cuaca cerah dan tdk terjadi guncangan2 hebat. Hanya kadang sesekali aja guncangan ringan.

Setelah 1,5 jam diatas pulau sumatra, akirnya tiba pula di PKU…. PKU… I’m coming again…… Huah… hah,,, hampir setahun tdk menginjak PKU. Cuaca masih tetap puanassss

Puhhhh ada yang membuat saya mangkel. Setelah menunggu sekian lama bagasi saya tdk keluar. Bahkan sampai habis… Nah loe… ilang dah bagasi saya. Lapor..lapor ke petugas.. diterima orang bandung uey.. Disuruh nunggu dirumah nanti akan dikabari. Padahal rencana mau olangsung ke Bengkalis. terpaksa dah nginep di pekanbaru. Untung sorenya di telepon dari airlines bahwa bagasi saya sdh ketemu. Tp basah kuyup kayak masuk got… buset dah

Kesokan harinya saya melanjutkan perjalanan ke Kota Bengkalis. Bengkalis adalah salah satu kabupaten penghasil minyak. Disini ada Chevron, peryamina, dll. Banyak kilang-kilang di kabupaten Bengkalis. Wilayah bengkalis terdiri dari beberapa pulau dan sebagian masuk pulau besar sumatra. Duri adalah salah satu kota minyak di wilayah kab. bengkalis. Ada di pulau besar sumatra.

Saya menuju ibu kota kabupaten yang terletak di Pulau bengkalis. Pulau ini berda di ujung timur sumatra. Saya naik speed boat menuju Kota bengkalis. JAngan dibayangkan speedboat yang kecil. Ini Lumayan besar. Kapasitas 50 penumpang Full AC dan video. Kalau di jawa boleh dikatakan Bis Patas lah. Dengan speed boat saya menyusuri sungai membelah pedalaman sumatra. laju speed boat cukup kencang juga. Selama 4 jam saya berada di speed boat. Dari pekan baru menuju ke pesisir timur sumatra. Akirnya sampai juga di kota Bengkalis…. Hampir setahun pula saya tdk ke sini…

Lega dah rasanya sampai… Kotanya puanas…. Tak terasa hampir satu bulan saya disini. Gak pernah ada hujan. Panas sekali. Padahal di jawa dikabarkan huja trs, bahkan sampai banjir.

Rencana saya 6 bulan akan berada di Kota Bengkalis. Biasalah, cari sesuap nasi. Dengan bersenjatakan radio bisa monitor kemana2… heheheh. Banyak kapal dan pesawat udara dari luar negeri terdeteksi di radio…. Semoga saja saya betah disini selama 6 bulan. Maklum keluarga ditinggal semua di jawa. Sekarang hanya mengitung hari detik demi detik menunggu bulan Juni/Juli untuk ke jawa lagi.

Oh ya bengkalis ini salah satu tempat transit ke Malaysia. Dahulu kalau penyeludupan TKI besar-besaran selalu transit di bengkalis. Tapi sekarang tdk ada lagi.

Orang-orang bengkalis lebih suka juga bepegian ke Malaka, malaysia daripada ke jakarta.  Karena ongkos ke Malaka lebih murah. Bahkan nyaris sama dengan ongkos ke Pekanbaru. Hanya dengan 250rb rupiah kita sdh bisa ke malaka. kalau kita punya KTP Riau, maka masuk maysia kita free fiskal. Mungkin karena serumpun kali. Tp saya pun bisa free fiskal kesana krn ada kebikalan pemerintah yang punya NPWP free fiskal. Belanja di malaka lebih komplit dan murah. Pengobatan disana pun lebih modern dan lebih murah dibanding dengan di pekanbaru. Makanya orang bengkalis jk berobat lebih suka ke malaka juga. Nah lo….

Speed Boat ke Malaysia

Kalau ke malaka kita bisa naik speed boat dari bengkalis langsung. Saya agak bingung liat speed boat diatas.  Namanya Malaysia Express, tapi benderanya Indonesia. Sebetulnya milik siapa sih itu kapal?

Antena Discone

A discone antenna is a version of a biconical antenna in which one of the cones is replaced by a disc. It is usually mounted vertically, with the disc at the top and the cone beneath.

Omnidirectional, vertically polarized and exhibiting unity gain, it is exceptionally wideband, offering a frequency range ratio of up to ~10:1. The radiation pattern in the horizontal plane is quite narrow, making its sensitivity highest in the plane parallel to the Earth.

History

On February 6, 1945, Armig G. Kandoian of New York was awarded patent number 2,368,663 [1] (assignor to Federal Telephone and Radio Corporation (later merged with ITT Corporation) for a “broad band antenna”, from an application made on May 15, 1943.

Excerpt from the Kandoian patent:

In keeping with progress made during the last few years in the development of ultra-high frequency radio technique, and applications thereof to aircraft communication, direction finding, and so forth, it has become necessary to develop special antennas and antenna systems suitable for installation on such aircraft. Flying conditions are such that these antennas must necessarily be small and rigid in their construction and also offer a minimum of wind resistance, in order that the flying efficiency of the aircraft will be unimpaired. In accordance with my invention I have provided a small rigid antenna suitable for mounting on the surface of the fuselage or other component of the airplane structure and in certain embodiments I have also provided a streamlined protecting shield or housing covering or so cooperating with the construction of the antenna system as to greatly reduce wind resistance.

Aplications

The discone’s wideband coverage makes it attractive in commercial, military, amateur radio and radio scanner applications.

When employed as a transmitting antenna, it is often less efficient than an antenna designed for a more limited frequency range. SWR (standing wave ratio) is typically ~2:1 over the range of the design frequency to the second harmonic and ~3.1 thereafter.

The discone’s inherently wideband nature permits it to broadcast undesirable spurious emissions from faulty or improperly filtered transmitters.

Construction Materials

A discone may be made from solid metal sheet (often copper), which is practical for small indoor UHF antennas, such as for Wi-Fi.

At lower frequencies a sufficient number of metal wires or rods in a spoke configuration is often used to approximate a solid surface. This simplifies construction and reduces wind loading.

The spokes may be made of stiff wire, brazing rods or even coat hanger wire.

The optimal number of rods comprising the disc and cone is often quoted as being from 8 to 16.

Components

A discone antenna typically has at least three major components: the disc, the cone, and the insulator.

The Disc

The disc should have an overall diameter of 0.7 times a quarter wavelength of the antenna’s minimum frequency.

The antenna’s feed point is at the center of the disc. It is usually fed with 50-ohm coaxial cable, with the center conductor connected to the disc, and the outer conductor to the cone.

The Cone

The length of the cone should be a quarter wavelength of the antenna’s minimum operating frequency.

The cone angle is generally from 25 to 40 degrees.

The Insulator

The disc and cone must be separated by an insulator, the dimensions of which determine some of the antenna’s properties.

Extending Low-Frequency Response

A vertical whip may be placed affixed vertically to the disc in order to extend the low frequency response, but this may reduce efficiency at higher frequencies. In this configuration, at lower frequencies the discone may more closely resemble a ground plane antenna or a coaxial dipole.

Picture:

Read the rest of this entry »

Tags:

Modal 10rb saja dapat segalanya…

Apa yang kita dapatkan disini? INVESTASI dan RATUSAN SOFTWARE bermutu. Untuk Softwarenya silahkan baca bagian bawah.

Kita tentu sudah mendengar tentang berbagai program investasi. Tetapi kok mahal-mahal ya..? Bagaimana resikonya..??

Nah sekarang saya berikan solusi, tdk perlu mahal. Hanya cukup 10.000  rupiah saja. Murah kan? Hanya dengan modal 10.000 rupiah anda berpeluang untuk mendapatkan jutaan. Tidak percaya… silahkan baca testimonial atau kesaksian di web yang linknya ada dibawah. Resikonya sangat kecil kalau boleh saya bilang. Karena kita tidak modal ratusan ribu atau jutaan rupiah. Cukup dengan 10.000 rupiah atau setara rokok satu bungkus.

Tidak ada salahnya mencoba… Jika tdk dicoba kapan lagi kita akan tahu. Tdk perlu modal besar. Segera KLIK banner dibawah ini untuk pendaftaran.

Namanya aja BCAm tetapi bisa diikuti oleh semua rekening bank. Segera gabung…….. KLIK gambar diatas dapatkan keterangan lengkapnya di situ. Buruan.. buruan…

GRATIS website relpika. Jadi kita tdk perlu membuat website untuk promosi referall kita.

———————————————————————————-

ANDA MAU SOFTWARE BERMUTU…???

Jika anda tidak tertarik dengan bisnis investasi ini, anda masih bisa mendapatkan ratusan software bermutu. Hanya dengan bergabung dg modal 10.000 ratusan software bermutu dibawah ini bisa anda download. Jadi buat yang tidak tertarik investasinya dan hanya menginginginkan softwarenya saja, silahkan daftar denga KLIK link diatas. Setelah daftar dan gabung, software2 itu dapat dapat anda download. Yah itung-itung anda beli ratusan software ini seharga 10.000. Bayangkan jika anda membeli CD software, harganya jauh diatas 10.000.

LIST Software Gratis yang bisa di donload KLIK DISINI. Perhatikan MAIN MENU. Ada link PRODUK BONUS. Klik aja yach… akan tampil list softwarenya.

kalau ditampilkan disini panjang banget

Tags:

Blog Telomoyo Hilang…. Why..?

Sungguh terkejut tadi waktu membuka blog telomoyo. Tidak ada data yang bisa dibuka. Tetapi halaman depan / utama bisa dibuka… Hmmm ada apa neh. Langsung masuk menu admin… Wekkkhhhh ternyata datanya hilang semua… bersih. Kenapa gerangan..?? Mungkinkan di hack… padahal baru pindah server neh…

Pusing.. pusing gimana cara memulihkanya… Setelah direnung dan bertapa sejenak, akirnya mendapat petunjuk untuk pemulihanya. hampir 3 jam saya berkutat untuk memulihkan (mencari cara mehsudnya).

Akirnya berhasil dipulihkan. Namun beberapa postingan dan komentar terakir tetap ilang, tdk bisa ditampilkan. Mohon maaf kepada yang telah posting/memberi comentar tapi terhapus/tersunat.

Saya tetep bertanya.. apa yang terjadi. Kalau hack…. kenapa blog yang isinya biasa saja di hack. Hmmm gak tahu mahsudnya. Yang jelas mari kita berbuat lebih baik di 2010. Jangan berantem antar sesama…

Mari kita berbuat nyata untuk masa depan kita dan untuk indonesia… Ojo kakean cangkem… jangan banyak bicara, mari berbuat yang nyata.

Selamat tahun baru 2010….

Sejarah RAPI (Radio Antar Penduduk Indonesia)

Penemuan alat komunikasi radio yang menggunakan band frekuensi 26,968 -27,405 Mhz yang di negara asalnya Amerika terkenal dengan nama radio Citizent Band (CBX) maka di Amerika tersebut pada tahun 1958 secara resmi radio CB telah dilegalisir penggunaannya sebagai alat komunikasi radio antar penduduk. Sebagai organisasi pengelolaannya adalah Federal Communications Commission (FCC) yang bertugas untuk menangani pengendalian dan pembinaan para penggemarnya yang semakin banyak di masyarakat luas. Keberadaan CB terasa diperlukan oleh masyarakat di Amerika, terutama sebagai sarana komunikasi antar penduduk untuk saling memberikan informasi bila mendapat kesulitan, mohon bantuan/pertolongan dengan segera, atau untuk kepentingan gawat darurat. Dengan demikian komunikasi radio antar penduduk (CB) di Amerika berkembang dengan baik dan telah memasyarakat, sehingga instansi-instansi resmipun ikut secara aktif terjun didalamnya. Instansi yang ikut terjun antara lain : Kepolisian, SAR, Rumah Sakit, Pemadam Kebakaran, Perusahaan Listrik, dan lembaga sosial kemasyarakatan lain yang semuanya memonitor dengan menggunakan jalur/aluran 9. Disamping itu keperluan tersebut, alat komunikasi ini juga banyak digunakan untuk membantu keperluan komunikasi pada acara/event penting seperti acara olahraga maupun bentuk bentuk keramaian lainnya, demi kelancaran penyelenggaraan dan untuk mengantisipasi apabila ada hal-hal yang tidak diinginkan. Perkembangan komunikasi radio CB, telah merambah ke berbagai negara di seluruh dunia, termasuk Indonesia pun mulai dimasuki radio CB sejak dasawarsa 70-an. Kehadiran CB di Indonesia teryata terus berkembang dalam jumlah maupun penggemarnya yang penggunaannya masih bersifat liar, karena belum ada ketentuan yang mengaturya. Melihat kenyataan ini, Pemerintah mulai menyadari jikalau penggunaan CB secara liar dan jumlahnya semakin bertambah banyak tetap dibiarkan, bisa mengakibatkan timbulnya dampak negatif, karena alat komunikasi radio CB apabila oleh pemilik yang tidak bertanggungjawab dan liar dapat digunakan untuk tindakan yang bersifat kriminal, bahkan mungkin sampai tindakan subversif dan Iain-lain. Akhirnya Pemerintah mengambil tindakan penertiban terhadap pemilik dan pengguna radio CB di Indonesia, oleh karenanya Pemerintah mengambil kebijaksanaan untuk melegalisir penggunaan perangkat tersebut dengan ketentuan-ketentuan persyaratan serta perijinan untuk Komunikasi Radio Antar Penduduk (KRAP).

Kebjaksanaan Pemerintah melalui Menteri Perhubungan telah menetapkan SK MENHUB RI Nomor : SI. 11/HK 501/Phb-80 tertanggal 6 Oktober 1980, tentang Perizinan Penyelenggaraan Komunikasi Radio Antar Penduduk. Untuk pelaksanaan keputusan tersebut, maka perlu didirikan suatu organisasi yang bertugas membantu Pemerintah dalam pengawasan dan pembinaan terhadap penyelenggara Komunikasi Radio Antar Penduduk (KRAP). Memperhatikan begitu pentingnya suatu organisasi pendukung atas keputusan itu maka Dirjen Postel pada tanggal 31 Oktober, menunjuk Team Formatur dengan suratnya Nomor : 6356/OT.002/Dirfrek/80, untuk membentuk Organisasi Radio Antar Penduduk Indonesia yang mempunyai kepentingan pembinaan, pengelolaan, dan pengendalian Komunikasi Radio Antar Penduduk. Team Formatur yang ditunjuk, yaitu :

  1. SUDARTO
  2. EDDIE M. NALAPRAYA
  3. SUTIKNO BUCHARI
  4. A. PRATOMO, Be T.T.
  5. LUKMAN ARIFIN, SH

Team Formatur diberi tugas :

  1. Menyusun AD & ART dari Organisasi KRAP tingkat Pusat
  2. Menyusun Pengurus Pusat dari Organisasi KRAP Setelah formatur bermusyawarah pada tanggal 2 Desember 1980 di Jakarta, maka terbentuklah susunan Pengurus Pusat Organisasi Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI ) dengan susunan AD & ART RAPI. Organisasi RAPI merupakan satu-satunya organisasi bagi penyelenggara Komunikasi Radio Antar Penduduk di Indonesia. Terpilih sebagai Ketua Umum pertama adalah EDDIE M NALAPRAYA. Organisasi tersebut didasarkan atas SK MENHUB No. SI. 11/HK S01/Phb-80, tanggal 6 Oktober 1980, yang pelaksanaannya diatur melalui SK Dirjen Postel Nomor : 125/Dirjen/1980, yang menetapkan KEPUTUSAN TENTANG PENDIRIAN DAN PENGANGKATAN PENGURUS PUSAT ORGANISASI RADIO ANTAR PENDUDUK, tertanggal 10 Nopember 1980.

Tanggal 10 Nopember 1980 dijadikan tanggal lahirnya Organisasi RAPI, dan mulai saat itulah Radio Antar Penduduk Indonesia mulai berkiprah dalam mendukung pembangunan nasional melalui bantuan komunikasi maupun dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, politik, olahraga, kepramukaan, SAR, satuan komunikasi kamtibmas, dan masalah emergency lainnya, baik ditingkat Daerah maupun Tingkat Nasional. Perkembangan dan pertumbuhan RAPI semakin semarak dan telah menjadi suatu bagian hobby yang dicintai oleh masyarakat Perkembangan ini berlangsung terus sampai dengan tahun 1987. Tetapi dengan adanya kebijaksanaan Pemerintah melalui SK Menparpostel RI No. KM 48/PT.307/MPPT-85 yo SK No. 79/PT.307/MPPT-87 yang pelaksanaannya diatur di dalam SK Dirjen Postel No. 97/Dirjen/85 yo SKNo. 80/Dirjen/87, ? yang intinya tentang pita frekuensi 11 meter (27 Mhz) secara berangsur-angsur akan dicabut dan diganti dengan pita frekuensi 62 centimeter (476 Mhz) – maka dengan sendirinya kegiatan RAPI menurun sangat drastis, penurunan ini disamping disebabkan ketentuan tersebut diatas juga karena akibat produser perangkat 11 meter menghentikan produksinya, sehingga anggota RAPI kesulitan mencari komponen maupun perangkat radio komunikasi 11 meter. Dalam kondisi seperti itulah, semua pelaku organisasi RAPI diseluruh Indonesia berupaya agar RAPI tetap eksis dan dapat melakukan kegiatan yang positip bagi anggota maupun masyarakat sebagai bentuk dharma bhakti kepada nusa dan bangsa. Dengan berbagai upaya melalui aspek legal maupun usaha-usaha memberikan masukan kepada Pemerintah agar kelangsungan hidup organisasi RAPI bisa tetap dipertahankan keberadaannya. Akhirnya Pemerintah memperhatikan serta tanggap terhadap aspirasi dari seluruh jajaran RAPI dan berdasarkan UU No. 3 Tahun 1989 Tentang Telekomunikasi yang didalamnya KRAP termaktub di dalam Pasal 5 Ayat 2, Pasal 12 Ayat 1 dan Ayat 3, maka Pemerintah melalui SK Menparpostel No. KM 26/ PT.307/MPPT-92 tertanggal 30 Maret 1992, tentang Komunikasi Radio Antar Penduduk, menetapkan bahwa pita frekuensi 11 meter (27 Mhz) dialokasikan kembali kepada RAPI, disamping frekuensi 62 centimeter (476 Mhz). Termasuk juga penggunaan perangkat KRAP buatan luar negeri diperbolehkan untuk digunakan selama memenuhi persyaratan teknis yang ditentukan.

Keberhasilan usaha dan perjuangan para pelaku organisasi RAPI semakin nyata, ini bisa kita lihat bahwa dengan dikeluarkannya SK Dirjen Postel Nomor : 92/Dirjen/1994 tentang Ketentuan Pelaksanaan Komunikasi Radio Antar Penduduk (KRAP). Didalam SK tersebut ditetapkan bahwa perangkat komunikasi pada gelombang:

1. HF (High Frequency) yaitu Band Frekuensi 26.960 – 27.415 Mhz
2. VHF (Very High Frequency) Band Frekuensi 142.0375 – 143.5375 Mhz
3. UHF (Ultra High Frequency) Band Frekuensi 476.410 – 477.415 Mhz

dialokasikan dan dipercayakan kepada organisasi RAPI untuk pengelolaannya.

Dengan kepercayaan yang telah diberikan oleh Pemerintah, maka perlu bagi seluruh pelaku-pelaku organisasi RAPI untuk meningkatkan rasa tanggungjawabnya terhadap organisasi maupun aturan dan ketentuan yang berlaku dalam Komunikasi Radio Antar Penduduk yang telah ditetapkan, sehingga terciptalah Tertib Organisasi dan Tertib Frekuensi seperti yang kita dambakan. Semoga RAPI untuk saat sekarang maupun yang akan datang dapat membuktikan karya dan bhaktinya terhadap bangsa dan negara Indonesia yang tercinta.

Sumber: Rapi12DIY.com

Tags:

Sejarah ORARI (Organisasi Radio Amatir Republik Indonesia)

Sejarah Organisasi Radio Amatir Republik Indonesia adalah tonggak sejarah tumbuh dan berkembangnya ORARI.

Kegiatan radio amatir merupakan kegiatan orang-orang yang mempunyai hobi dalam bidang tehnik transmisi radio dan elektronika, kegiatan ini sudah ada sejak tehnik transmisi radio ditemukan dan karena kegiatan ini menggunakan disamping peralatan juga media spektrum gelombang elektro magnetik yang menyangkut kepentingan kehidupan manusia dalam alam semesta ini maka, kegiatan ini disahkan, diatur dan diawasi secara global baik oleh Badan2 telekomunikasi international ITU & IARU maupun oleh badan telekomunikasi nasional disetiap negara.

Para amatir radio sedunia sadar bahwa kegiatan ini harus dilakukan secara tertib dan benar menurut kaidah hidup manusia dan peraturan yang berlaku secara internasional dan nasiona,l oleh karena itu dalam melakukan kegiatannya mereka mempunyai dan berlandaskan KODE ETIK AMATIR RADIO.

Demikian juga di Indonesia kegiatan Amatir radio sudah ada sejak awal abad ke 20. Semasa perang kemerdekaan RI para amatir radio di Indonesia juga aktive berjuang dengan peralatan dan keahliannya. Mereka bergabung didalam wadah Persatoean Amateur Repoeblik Indonesia (PARI). Namun pada zaman orde lama sehubungan dengan diberlakukannnya SOB kegiatan ini dilarang.

Terbentuknya Organisasi Radio Amatir Republik Indonesia

Nara Sumber: RAJ Lumenta, Engkus, Herry Sembel, Hasan Koesoema Ardiwinata, MI Khadja, Willy A. Karamoy,

Terbentuknya orari boleh dikata berawal di Jakarta dan Jawa Barat atau pulau Jawa pada umumnya dan diprakarsai oleh kegiatan aksi mahasiwa , pelajar dan kaum muda, diawal tahun 1965 sekelompok mahasiwa publistik yang tergabung dalam wadah KAMI membentuk radio siaran perjuangan bernama Radio Ampera, mulai saat itu juga bermunculanlah radio siaran lainya seperti Radio Fakultas Tehnik UI, Radio Angkatan Muda, Kayu Manis, Draba dll. Sudah tentu semua radio siaran itu merupakan siaran yang tak memiliki izin alias Radio gelap. Sadar karena semakin banyaknya radio siaran bermunculan yang memerlukan suatu koordinasi demi tercapainya perjuangan ORBA maka dibentuklah pada tahun 1966 oleh para mahasiwa suatu wadah yang diberi nama PARD (Persatuan Radio Amatir Djakarta) diantaranya terdapat nama-nama koordinatornya seperti Willy A Karamoy. Ismet Hadad, Rusdi Saleh ……dll. Dan di Bandung terbentuk PARB. Bagi anggota yang hanya berminat dalam bidang teknik wajib menempuh ujian tehnik dan bagi kelompok radio siaran disamping perlu adanya tehnisi yang telah di uji juga wajib menempuh ujian tehnik siaran dan publisistik. Setelah itu kesemuanya diberi callsign menggunakan prefix X, kode area 1 s/d 11 dan suffix 2 huruf sedangkan huruf suffix pertamanya mengidentifikasikan tingkat keterampilannya A s/d F seperti X6AM, X11CB dsb sedangkan untuk radio siaran diberi suffix 3 huruf.Pada mulanya PARD merupakan wadah bagi para amatir radio dan sekaligus radio siaran . Sehingga pada saat itu secara salah masyarakat mengidentikan Radio amatir sebagai radio siaran non RRI. Karena adanya Tingkatan keterampilan, PARD saat itu juga menyelenggarakan ujian kenaikan tingkat.

Disamping itu terdapat juga para Amatir era 1945-1952 yang tergabung dalam PARI (Persatoean Amatir Repoeblik Indonesia 1950), diantaranya terdapat nama – nama , Soehodo . (YBØAB), Dick Tamimi . (YBØAC), Soehindrio (YBØAD), Agus Amanto (YBØAE), B. Zulkarnaen . (YBØAU), Koentojo  (YBØAV) dll. Diantara mereka ternyata ada juga yang menjadi anggota PARD seperti, (YBØAE) dan (YBØAU).

Penertiban

Demi ketertiban pemakaian frekwensi di Jakarta pada pertengahan 1967 atas prakarsa bapak Bambang Soehardi † selaku Ka Hubdam V Jaya diberlakukan wajib daftar bagi setiap Amatir radio dan broadcaster diHubdam V Jaya dengan rekomendasi dari PARD dan masa berlakunya surat tanda pendaftarannya adalah 3 bulan.(Surat tanda Daftar baru keluar ± bulan Juni 1968)

Pada Akhir tahun 1967 atas prakarsa Dr. Rubiono Kertopati  (salah satu perintis Lembaga Sandi Negara) selaku ketua Dewan Telkomunikasi, Koentojo  (YBØAV) selaku Sekretaris Dewan TelKom dan bapak Soerjadi  (YBØAZ) selaku Ka HubAd telah diundangkan Peraturan Presiden No. 21 yang mengatur Kegiatan Amatir radio di Indonesia.

ORARI Nasional

Atas dasar PP21/1967 pada tanggal 9 Juli 1968 dilingkungan Sekretariat Negara pada waktu itu dan tanpa kesibukan yang menonjol dengan dihadiri sejumlah calon anggota yang berdomisili terutama di pulau Jawa, terbentuklah ORARI dan praktis pada awalnya hanya mencakup pulau Jawa yang terdiri atas 4 Regio yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Ketua ORARI Nasional dijabat oleh Bapak Koentoyo  (YBØAV). Dengan terbentuknya Wadah yang sah ini maka, para Amatir merasa lega karena bisa secara sah melakukan kegiatannya. Tenaga penguji di Dewan Telkom saat itu sangat terbatas dan hanya diperuntukan untuk menguji calon Operator dan Markonis radio maka, Dewan belum mungkin menyelenggarakan ujian untuk calon anggota ORARI dan untuk kebutuhan ini ORARI diberi wewenang sementara untuk menyelenggarakan sendiri ujian Amatir bagi calon anggotanya. Dan untuk mengurus keperluan perizinan seluruh anggota ORARI telah ditunjuk wakil tetap ORARI di Dewan Telekomunikasi RI. Yakni Herry Sembel (YBØBR) dan Hasan Koesoema (YBØAH).

Dengan terbentuknya ORARI maka terjadilah masa transisi dalam meletakkan istilah Amatir pada tempatnya, terutama dimasyarakat dan bahkan banyak diantara pengurus terutama di daerah masih mengidentikan kegiatan Amatir radio dengan Radio siaran non RRI. Hal ini terlihat dengan adanya radio-radio siaran dan badan-badan usaha yang melegalitaskan kegiatan siaran/ komunikasi usahanya dengan merekrut anggotanya menjadi anggota ORARI. Untuk mempersingkat masa transisi ini dan mencegah jangan adalagi suatu badan radio siaran atau badan lainnya mengajukan permohonan menjadi anggota ORARI maka pada Bulan Februari 1969 Bapak Koentoyo selaku Sekretaris Dewan Telekom menugaskan Bapak Engkus selaku staff Dewan Telekom dan Hasan Koesoema selaku wakil tetap ORARI di Dewan Telekom untuk memberikan pengarahan pada pembina dan pengurus ORARI di Jawa tengah dan Jawa Timur. Dari hasil pengarahan dan pengamatan ternyata Jawa tengah Bapak Imam Poerwito selaku Kahubad Kodam Diponegoro dan selaku ketua ORARI sudah sejak awal membuat langkah – langkah antisipasi sepert melakukan screening calon anggota dengan ketat melalui ujian dan ini dibuktikan dengan terdominasinya kegiatan ORARI Semarang oleh anggota-anggotanya yang melakukan kegiatan amatir tulen, seperti pemancar rakitan sendiri kegiatan QSO sebagainya. Namun di jawa timur baru setelah diberikan pengarahan pembina ORARI Bapak Tewel baru menyadari akan pandangannya yang keliru tentang kegiatan amatir radio.

Tags:

Tata Cara membuat RF Gateway e10-25 (RAPI)

RAPI version


Dokumentasi ini membantu Anda menyiapkan fasilitas e10-25 RF Gateway pribadi. Gambar di atas menggambarkan posisi Anda, -sebagai contoh-, JZ10FA-L. Layanan ini memungkinkan komputer Anda menerima/mengirim sinyal audio dari Internet ke udara (dan sebaliknya) menggunakan radio transceiver. Untuk bisa memberikan layanan ini, komputer Anda harus:

  • PC standar (prosesor kelas Pentium I, kecepatan 200 MHz, memori 32 MB, ruang harddisk sisa minimal 1 MB, memiliki soundcard yang terpasang ke radio transceiver menggunakan rangkaian PTT Keyer yang terpasang pada port Serial

  • Squelch radio transceiver ini perlu ‘ditutup’ sehingga saat tidak ada sinyal, radio tidak mengeluarkan desis ke komputer. Jika transceiver Anda memiliki fasilitas Time-out Timer (TOT), aturlah lama satu kali transmit maksimal 3 menit (atau sesuai kebutuhan). Anda perlu menghubungi/bekerjasama dengan RAPI Lokal/Wilayah/Daerah setempat. Anda juga perlu membicarakan frekuensi kerja layanan ini. Silakan berkonsultasi dengan pihak yang berwenang di RAPI Lokal/Wilayah/Daerah Anda.

  • Menggunakan sistem operasi Windows 95 atau lebih tinggi. Dalam dokumentasi ini, kami menggunakan Windows XP SP2. Bila Anda menggunakan Windows versi lain, tampilan atau perintah yang tampak mungkin berbeda.

  • Ada koneksi Internet. Bandwidth yang dipakai adalah 15 Kbps, dengan demikian modem dial-up 33,6 Kbps sudah lebih dari cukup untuk menikmati layanan ini.

  • Tersedia aplikasi khusus.Versi terbaru RFGW Software, lengkap dengan logo RAPI didalamnya. Software sudah dalam Bahasa Indonesia. dapat download di  http://www.telomoyo.com/rakom.htm

e10-25 Server GateWay

Berikut adalah tahap-demi tahapnya:

1. Pastikan komputer Anda dapat mengakses server. Caranya, pilih menu Start è Run è cmd kemudian ketik ping  1025rapi.no-ip.org  seperti contoh ini.

Respon yang diharapkan adalah “Reply from x.x.x.x” menandakan koneksi Internet berjalan baik. Jika Anda mendapat balasan “Request timed out“, periksa apakah Internet Anda berjalan baik? Jika Internet Anda baik-baik saja, mungkin server 1025rapi.no-ip.org yang sedang tidak aktif atau firewall di ISP Anda menolak koneksi Anda ke server.Â

2. Kadang-kadang, beberapa rekan salah mencolok jack mic ke lubang Line-in. Untuk itu pastikan Anda memasang mic/line-in di lubang Mic/Line-in. Kadang-kadang Anda juga perlu mengatur setting recording dengan cara pilih menu Start è Run è sndvol32 /r kemudian centang pilihan Select pada kolom Microphone. Atur juga slider volume kira-kira pada posisi 50%.

3. Jalankan program RF Gateway PMR446.exe yang sudah Anda download dan install. Layar yang tampil adalah sebagai berikut

Yang perlu Anda ubah adalah sebagai berikut:

Server 1025rapi.no-ip.org
Port 10024
Room INDONESIA (misalnya)
Callsign Karena Anda memiliki fasilias e10-25 RF Gateway pibadi, berikan ekstensi -L pada callsign Anda (misalnya: JZ10FA-L). Ini memberi tanda bagi pengguna lain bahwa Anda memberi layanan e10-25 RF Gateway pribadi dengan Link RF Simplek (TX=RX). -R apabila terhubung dengan Repater (JZ10FA-R)
Comment Isilah dengan nama lengkap, kota dan propinsi.
Rig Keying Pilih Com Port seperti gambar berikut:(jika saat pemilihan tiba-tiba transceiver Anda TX, Anda perlu mengklik pilihan Invert Voltage di kotak Com Port Keyin

4. Klik tombol Connect untuk terhubung ke server. Jika dalam waktu sekian lama tidak bisa terhubung, firewall di ISP Anda mungkin menolak koneksi Anda ke server.

Bila sudah ada yang bergabung di server, Anda dapat melihat mereka di layar. Silakan bergabung dengan mereka sesuai operating procedure yang biasa kita gunakan kala berbicara di udara. Software yang dipakai memiliki fasilitas VOX (Voice Operated Transmitter) atau dapat juga menggunakan PTT  sehingga jika ingin berbicara, tunggu sampai semua berhenti bicara baru kemudian Anda mulai berbicara.

Ujicoba dapat dilakukan dengan menggunakan Handy Talkie (HT) bersamaan dengan pengguna Internet lain yang sudah ada di room Anda:Â

  • Lakukan transmit di frekuensi kerja e10-25 RF Gateway pribadi Anda. Seharusnya ketika Anda berbicara di HT, transceiver akan menerima sinyal kemudian VOX akan aktif dan mengirim suara Anda ke server sehingga pengguna lain dapat mendengar suara Anda.
  • Pada saat pengguna lain berbicara di room tersebut, seharusnya Anda dapat mendengar suaranya dari HT.

Bila suara didengar tidak nyaman melalui HT/Internet, aturlah slider Vol pada kotak Mic dan Output sedemikian rupa agar terdengar enak

Sumber: JZ04EPW / Deny Hidajat + www.mawarbiru.net

Tags:

Komunikasi Radio di Relay Internet

Komunikasi radio di internet

Pernahkah anda membayangkan, anda berkomunikasi dari perairan di Makassar menggunakan handy talkie (HT) berbicara dengan rekan anda yang berada di Aceh menggunakan handy talkie (HT) di 2 meter atau VHF? Betul, tidak perlu lagi menggunakan Single Side Band (SSB) untuk melakukan komunikasi demikian jauh.

Pada masa lalu, kita biasanya menggunakan relay, biasanya di sebut sebagai repeater, agar dua buah HT dapat berkomunikasi jarak jauh satu sama lain. Relay biasanya di pasang di posisi yang tinggi, bisa di puncak bangunan atau gunung. Sebagai bayangan Relay Amatir Radio ORARI di gunung Tangkuban Perahu memungkinkan kita yang menggunakan 2 meter-an atau VHF berkomunikasi satu sama lain di wilayah Jawa Barat, Jakarta, dan Banten. Tapi untuk berkomunikasi dengan seluruh Indonesia, tampaknya kita perlu membuat jaringan repeater yang mengkaitkan seluruh Indonesia, tentunya bukan pekerjaan yang mudah.

Pada hari ini, dengan di bantu Internet sebagai relay, komunikasi menggunakan HT di 2 meter atau VHF dapat di relay ke lokasi yang jauh seluruh Indonesia asalkan ada Internet. Secara logika memang masuk akal sekali, apalagi bagi kita yang biasa menggunakan Internet pasti familiar dengan Yahoo Messenger (YM) yang memungkinkan kita chatting menggunakan text maupun suara dengan komputer lain di Internet. Teknologi ini di kenal sebagai Voice over Internet Protocol atau VoIP.

Pada tingkat yang lebih tinggi, teknologi VoIP biasa digunakan untuk di dunia telekomunikasi khususnya telepon untuk membypass SLJJ dan SLI agar tidak perlu membayar biaya mahal. Teknik membypass tersebut mulai di adopsi oleh rekan-rekan amatir radio di dunia, dengan menyambungkan peralatan radio-nya ke Internet dan menggunakan Internet sebagai relay jarak jauh-nya.

Teknik komunikasi Amatir Radio menggunakan Internet yang banyak di adopsi di dunia, termasuk di Indonesia, adalah eQSO. Menggunakan eQSO seorang amatir radio dapat saling terhubung tidak hanya menggunakan media udara, tetapi juga melalui Internet. Ini membuka peluang amatir radio dapat menikmati kebebasan berkomunikasi antara amatir radio lainnya melalui frekuensi radio, melalui Internet atau campuran keduanya.

Cuplikan Sejarah eQSO di Indonesia (ORARI Version)

Cuplikan sejarah eQSO di Indonesia dapat di baca lengkapnya di situs http://eqso.orari.net atau http://eqso.orari.or.id. Gagasan untuk membuat eQSO datang terutama dari rekan Arman Yusuf YB0KLI bersama rekan-rekan di orari-news@yahoogroups.com.

Uji pertama kali on-air eQSO di lakukan pada tanggal 29 Oktober 2002 dengan menghubungkan repeater YB0ZZ Jakarta pada frekuensi 438.080 MHz ke beberapa gateway pribadi di beberapa propinsi di Indonesia. Hasilnya luar biasa, rekan-rekan Amatir Radio di Indonesia dapat berkomunikasi satu dengan lainnya dalam jarak ribuan kilometer hanya bermodalkan handy talkie 2 meter-an.

Setelah jauh bangun, terkena petir, komputer jebol belum lagi biaya Internet yang membengkak, pada saat tulisan ini ditulis eQSO di Amatir Radio sudah semakin berjaya dengan server yang di hosting di tempat Pak Rahmat Ismail YB0EO dengan alamat eqso.orari.net / eqso.orari.or.id para port 500. Mesin yang digunakan adalah server YB0EO dengan memori 2 GB, harddisk 200 GB serta koneksi gigabit Ethernet langsung ke port Indonesia Internet Exchange (IIX) berbandwidth 10 Mbps, layanan eQSO Indonesia 2007 dapat diakses oleh ribuan pemakai di Indonesia tanpa hambatan. Administrasi server dikelola oleh YB0KLI dan administrasi eQSO RF Gateway dikelola bersama oleh YD1SRP, YC1LZ dan YB8EW.

Konfigurasi dan Instalasi eQSO

Topologi eQSO secara umum dapat di lihat dengan jelas seperti gambar di atas, kunci seluruh jaringan eQSO terdapat di Server eQSO yang beralamat di eqso.orari.net atau eqso.orari.or.id. Seluruh Infrastruktur eQSO bertumpu pada jaringan Internet di Indonesia, baik melalui dial-up, Speedy, kabelvision maupun VSAT yang tersebar di indonesia.

Pengguna eQSO dapat menggunakan komputer menggunakan peralatan sound card biasa, dengan mikrofon dan speaker seperti di contohkan eQSO client YC0MLC. Spesifikasi komputer yang digunakan sangat sederhana, kita dapat menggunakan PC standar dengan prosesor kelas Pentium I, kecepatan 200 MHz, memori 32 MB, ruang harddisk sisa minimal 1 MB, memiliki soundcard yang terpasang ke speaker, mic atau headset. Peralatan client eQSO ini relatif sederhana, sehingga terjangkau bagi banyak orang.

Ada dua (2) jenis gateway ke radio yang dapat di kembangkan, yang pertama adalah RF gateway biasa yang di sambung ke radio. Dalam contoh di atas di perlihatkan gateway YB8ZD yang berada di Makassar yang bekerja pada frekuensi 2 meter 146.2MHz. Jenis RF Gateway yang lain memanfaatkan fasilitas repeater di VHF atau UHF, dalam hal ini frekuensi yang digunakan untuk transmit dan receive biasanya berbeda 600KHz. Pada contoh di perlihatkan RF Gateway YC6AG di Banda Aceh yang tersambung ke repeater pada frekuensi 146.02MHz +600KHz. Dengan menggunakan bantuan repeater, kita dapat memperjauh sambungan lokal di masing-masing lokasi ke jarak yang lebih jauh.

Pertanyaan selanjutnya, dimanakah kita dapat memperoleh software untuk untuk keperluan ini semua? Software eQSO client, eQSO RF gateway, eQSO Server dapat di peroleh secara gratis di www.eqso.org di Internet. Software tersebut sebetulnya di rancang untuk di jalankan di sistem operasi Windows. Akan tetapi, saya berhasil menjalankannya tanpa banyak masalah di sistem operasi Linux Ubuntu 7.10 menggunakan software Windows emulator wine yang tersedia di Linux.

Tampilan eQSO RF Gateway tampak pada gambar. Tampil RF Gateway tersebut saya capture dari RF Gateway yang saya operasikan di rumah pada komputer Linux Ubuntu 7.10 menggunakan callsign saya YC0MLC.

Kita perlu membuat rangkaian kecil dari serial komputer agar dapat menyalakan dan mematikan radio transceiver yang digunakan sebagai RF Gateway. Contoh rangkaian tersebut saya ambil dari gambar rangkaian yang ada di server eQSO eqso.orari.or.id.

Kunci rangkaian hanya sebuah transistor switch 2N4401 yang di sambungkan ke dioda 1N4004 dan resistor 4700. Saya sendiri lebih suka menggunakan optocoupler sebagia pengganti 2N4401. Rangkaian merupakan rangkaian yang akan menterjemahkan sinyal DTR dari serial port RS323 ke PTT yang akan menyala matikan pemancar.

Kabel mike transceiver dapat di masukan ke kabel speaker komputer. Sedang kabel speaker transceiver dapat dimasukan ke port microphone sound card.

Dengan rangkaian sederhana di atas maka rekan-rekan amatir radio yang mengunakan 2 meter-an dapat dengan mudah berkomunikasi dengan rekan-rekan amatir radio lainnya di seluruh tanah air. Kita harus berterima kasih kepada teknologi komputer dan Internet yang memungkinkan ini semua terjadi.

Jika anda hanya ingin memonitor jaringan eQSO, anda tidak perlu menggunakan callsign ORARI, cukup mendaftarkan diri sebagai SWL (Short Wave Listener). Tapi bagi mereka yang ingin berbicara sebaiknya anda ikut ujian ORARI dan menggunakan callsign ORARI untuk berkomunikasi.

Selamat berkomunikasi murah.

Sumber: Sumber: Onno W. Purbo, YC0MLC

Tags:

Mencari uang dari Internet

Situs lain yang menyediakan uang gratis dan pendaftaran gratis adalah TREK PAY.

Cara kerjanya, Disini anda akan di beri link website. Anda tinggal klik link tsb, lihat beberapa detik saja, tutup lagi. Maka anda akan otomatis mendapat poin. Dalam sehari anda akan diberi beberapa link. Anda tentu harus login dahulu. Semakin banyak link yang anda klik semakin banyak poin yang diperoleh. kalau link habis anda harus sabar. sehari saya biasanya login 3-4x, akan mendapatkan link-link baru, Poin-poin ini akan direndeem dengan uang dolar setiap kamis pagi. Misal poin anda 500 poin, maka akan direndeem otomatis menjadi dolar. Jika uang anda sdh $5 dolar dapat dicairkan melalui paypal kita.
Pendaftaran gratis, tdk ada biaya atau potongan apapun. Untuk mendaftar anda tinggal KLIK banner dibawah ini:


Ingin menambah point dengan cepat? sama dengan AW Survey diatas, sebarkan link referall anda. Link referall ini bisa anda dapatkan setelah anda login. Penyebaranyapun bisa lewat Blog, email, FB, dll.

NOTE For TREKPAY: Setelah anda mendaftar dan sukses silahkan logout dulu sebelum ke menu iklan. Setelah logout beberapa saat, lalu login lagi. Jika tidak, tar yang anda klik tdk di creditkan atau tdk muncul iklanya. Untuk melihat link iklan, klik BROWSE/SEARCH pada menu atas. Nanti akan ada kolom link yang diberi nmr. Klik aja linknya, akan muncul iklan di jendela baru. gak usah dibaca iklanya gak apa, setelah beberapa saat tutup lagi. Silahkan login 3-4x sehari untuk link yang baru.

—————————————————————-

KONSULTASI:

Mbah Paijo

Tags:

1Halaman PertamaHalaman Berikutnya...Halaman TerakirTop Footer